Polisi Cek Harga Sembako di Pasar Sungai Ambawang, Stok Masih Aman

Uncategorized5 Dilihat

KUBU RAYA – Polsek Sungai Ambawang melakukan monitoring ketersediaan dan pengecekan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran sekaligus memantau perkembangan harga dan mengantisipasi adanya kenaikan yang tidak wajar.

Pengecekan dilakukan oleh AIPDA Heriadi S dan AIPDA Heru Prastiyanto. Petugas mendatangi sejumlah pedagang dan mengecek langsung harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat.

Hasil monitoring menunjukkan harga beras berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp15 ribu per kilogram, bawah II Rp14 ribu, medium I Rp17 ribu, medium II Rp16 ribu, super I Rp18 ribu dan super II Rp17.500 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, harga daging ayam ras segar berada di angka Rp30 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas I dan II masing-masing Rp170 ribu per kilogram. Telur ayam ras segar tercatat Rp34 ribu per kilogram.

Sementara itu, bawang merah ukuran sedang berada di harga Rp70 ribu per kilogram dan bawang putih Rp40 ribu. Cabai merah besar Rp50 ribu, cabai merah keriting Rp70 ribu, cabai rawit hijau Rp56 ribu dan cabai rawit merah Rp76 ribu per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak curah tercatat Rp19.350 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I Rp23 ribu dan kemasan bermerek II Rp22 ribu per kilogram. Sedangkan gula pasir premium Rp20 ribu dan gula pasir lokal Rp19 ribu per kilogram.

Dari hasil pengecekan, petugas memastikan bahan pokok penting masih tersedia di pasaran dengan jumlah yang dinilai cukup. Belum ditemukan adanya kenaikan harga bahan pokok yang signifikan.

Polisi juga mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan maupun praktik perdagangan yang dapat merugikan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pengendalian inflasi.

Petugas juga mendorong Bhabinkamtibmas berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk melakukan monitoring secara berkelanjutan serta membangun komunikasi dengan pedagang dan masyarakat guna mengetahui apabila terdapat kendala distribusi maupun ketersediaan stok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *